Tuesday, December 21, 2010

Keringat Ayah

Aku ingat ketika kecil aku sering menunggu ayahku pulang. Saat kelihatan sosok beliau dari kejauhan, aku berlari menghampiri dan beliau menuntun tanganku sambil berjalan bersisian. Kenangan itu selalu teringat dalam benakku. Meski tak lama aku menikmati saat-saat itu karena beliau lebih sering bekerja jauh dari kami setelah itu. Ayah lebih sering bekerja di luar kota bahkan di luar negeri.

Saat kecilku, aku kehilangan sosok ayah yang dapat kujadikan tempat belajar dan mengadu. Seringkali kucari-cari bayangnya dalam lamunanku. Ada saat-saat aku membutuhkan orang untuk berbicara sebagai sesama lelaki yang tak bisa aku lakukan dengan ibu. Ada saat-saat aku ingin belajar menjadi seorang lelaki. Saat-saat itu aku harus atasi sendiri.



Tapi aku selalu membanggakanmu. Aku memandangmu sebagai sosok yang hebat meski tak pernah terucap dari mulutku. Kau juga tampak menyembunyikan banggamu pada diriku.Aku bisa melihat saat aku lulus masuk perguruan tinggi negeri. Kau fotokopi ukuran besar koran yang mencantumkan namaku sampai lebih dari satu lembar. Waktu aku telah jadi sarjana dan pertama kali bekerja formal, kau tersenyum melihat aku pergi bekerja setiap pagi.

Tak ada sesuatu yang spesial yang pernah kuucapkan untukmu. Tak pernah ada kado istimewa yang pernah kuberi untukmu. Aku memang tak pandai menunjukkan banggaku padamu dan tak pandai berterima kasih padamu. Tapi aku akan selalu menghargai tetesan keringatmu yang kau relakan demi kami. Waktu-waktumu yang kau habiskan tuk mencari nafkah bagi kami.

Aku bangga padamu Ayah. Takkan pernah hilang kebanggaan dan terima kasihku padamu. Meski kau tak pernah tahu karena tak terucap dari bibirku.

Catatan:
Tulisan ini dibuat untuk mengenang jasa ayah yang selalu mengasihi anak-anaknya meski tak selalu dengan kelembutan yang diberi ibu.

Tuesday, October 12, 2010

Secuil Hati

Secuil hati tinggal tersisa
habis tersayat seiring irama waktu
kuras kepedihan hingga ke dasarnya
tak sanggup saat merasakannya

Secuil hati tinggal terjaga
karena hanya ini yang kupunya
kadang terlalu sensitif merasa
sebab tak seluas hati biasa

Habiskan waktu di ujung malam
sibuk membalut luka lama
agar tak lagi berdarah menganga
cari penawar penyembuh lara

Akankah belati lain akan menyayat
hingga habis potongan yang tersisa
pasti takkan bisa lagi merasa
karena semua tiada tersisa

Sunday, September 5, 2010

Tangis Akhir Ramadhan

Ramadhan sudah berkemas hendak tinggalkan labuhan
Siap lambaikan tangan tuk beranjak pergi
Berat hati melepasnya tinggalkanku sendiri
Kupegang erat ujung jubahnya tertahan

Seketika keharuan menyusup dalam renungan
Menyadari diri yang tak antusias dihampiri
Tak terasa hampir satu bulan disinggahi
Ingin rasanya kumemohon kau bertahan

Ya Rabb...masih saja sesal selalu menyeruak
di akhir bulan suci penuh sesal sesak
dalam kalbu karena tak betah ibadahku
dalam hening tak kerap ku alunkan nama suciMu

Adakah jubah takwa untukku?
Adakah firdaus menjadi tempatku?
Akankah kelak kubertemu RasulMu?
Ampuni aku yang selalu jadi hambaMu...

Saturday, July 10, 2010

Antara Keprihatinan dan Kenyataan

Ketika duduk merenung, seringkali terbersit pikiran tentang kenyataan yang ada dalam pendidikan Indonesia, khususnya di Palembang. Sebagai pendidik, ada rasa prihatin mengamati fenomena ini. Suatu fenomena di mana pendidikan tampaknya merupakan sesuatu yang seringkali diprioritaskan oleh orang tua tapi dari sisi peserta didiknya sendiri menjalankan prosesnya (secara umum) belum dengan cara yang sesuai dan mendapatkan hasil yang menggembirakan. Seakan-akan menjalani pendidikan hanya rutinitas yang kurang jelas arahnya.

Saya sempat bertanya kepada beberapa mahasiswa saya tentang alasan mengapa mereka kuliah di program studi tertentu. Sebagian besar tidak dapat memberikan alasan yang mencerminkan tujuan yang jelas. Bahkan ada yang tidak mampu menjawab sama sekali. Bisa jadi tujuan itu belum sempat terpikir sebelumnya oleh yang bersangkutan.

Bagaimana bisa kita berjalan tanpa arah? Bagaimana mungkin mencapai target yang sesuai dengan mata tertutup? Mungkin sebagian orang memiliki kelebihan tertentu yang melebihi orang rata-rata sehingga bisa mengetahui sesuatu tanpa harus melihatnya tapi tidak semua orang begitu.

Menjalani hidup harus memiliki tujuan dan sasaran yang jelas jika ingin mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dengan lebih baik. Untuk mencapai cita-cita dalam arti pilihan profesi di masa depan, kita bisa memikirkannya sebelumnya, membuat rencana, dan menjalaninya sampai tujuan tercapai.

Memang, tidak tertutup kemungkinan adanya peluang yang bisa dimanfaatkan seseorang dalam hidupnya sehingga tanpa pendidikan formal yang memadai bisa menjadi orang yang sukses. Bahkan sebagian orang memandang remeh pendidikan dan menceritakan bahwa dirinya sukses tanpa pendidikan formal yang tinggi. Sebutlah beberapa nama-nama besar yang menguasai bisnis di Indonesia atau di luar negeri. Namun jangan lupa bahwa di belakangnya ada banyak orang yang membantunya untuk menjalankan bisnisnya hingga menjadi besar. Ada banyak orang-orang kompeten yang menjadi pelaksana bisnis yang dibuatnya. Lantas dari mana kompetensi mereka berasal?

Saya agak heran melihat fenomena yang agak kontras antara masa dua dekade lalu ketika saya kuliah di tinggkat strata satu dengan masa sekarang. Kelihatan ada penurunan yang cukup drastis dari sisi kepedulian mahasiswa terhadap kuliahnya. Mahasiswa yang perduli dengan kuliahnya hanya ada di kisaran kurang dari 25% saja. Sebagian besar hanya duduk di ruang kuliah menonton dosennya mengajar. Keterlibatan mahasiswa dalam interaksi ilmiah sangat kurang. Interaksi yang disambut antusias hanya ketika intermezo ringan yang kurang ilmiah saja. Kalau dosennya bercanda maka mahasiswanya akan antusias menanggapi apa yang dibicarakan namun ketika pembahasan kembali ke ranah ilmiah maka kevakuman tanggapan kembali terjadi.

Perlahan saya coba runut apa akar permasalahan yang ada. Dari sisi tingkat kemakmuran masyarakat, tidak ada perbedaan yang menyolok dibandingkan dua dekade lalu. Dari sisi sosial budaya, ada sedikit penurunan dalam hal tatakrama. Dari sisi teknologi, memang ada kemajuan yang signifikan. Sebagian besar masyarakat menjadi pengguna teknologi. Dulu mahasiswa jarang sekali membawa produk teknologi tinggi ke mana-mana. Sekarang berbagai gadget berteknologi tinggi sudah menjadi pelengkap pendukung aktivitas sehari-hari.

Apakah perkembangan teknologi ini yang menjadi penyebab kemunduran mutu mahasiswa? Mestinya justru dengan dukungan teknologi yang lebih mudah diakses dan adanya luapan informasi yang bisa diakses dari mana saja dapat menjadi pendukung kemajuan.

Dua tahun terakhir saya punya pemandangan baru di kampus. Begitu banyak mahasiswa yang sedang melakukan aktivitas di kampus menggunakan notebook (komputer laptop). Belum lagi mahasiswa yang mengakses internet dari internet corner yang disediakan di STMIK MDP. Tapi sebentar, apa yang sedang dilihat mahasiswa? Apakah para mahasiswa sedang mencari bahan-bahan kuliah atau memperluas wawasan sesuai bidangnya? Ternyata, setelah melihat sebagian besar layar monitor, tampaknya mereka sedang asyik membuka situs jejaring sosial seperti facebook dan ada juga yang sedang asyik memainkan permainan terhubung (online game).

Tidak ada salahnya membuka situs jejaring sosial bahkan aktif menggunakannya. Tidak ada salahnya juga memainkan permainan terhubung. Yang perlu diatur adalah kadarnya. Jika kadarnya berlebihan, mahasiswa bisa kekurangan waktu belajar yang sesuai dengan bidang yang sedang digelutinya.

Ketersediaan akses terhadap informasi yang sekarang mudah didapatkan sebenarnya bisa membawa percepatan kemajuan pendidikan. Kita bisa belajar bahkan tanpa bantuan guru untuk hal-hal tertentu. Jika kita cermat menjelajah internet, ada banyak sekali bahan yang bisa kita pelajari untuk menambah kompetensi kita di berbagai bidang. Sebagai contoh, dengan YouTube saja kita bisa kuliah di mana saja dan mendapatkan pengetahuan teoritis dan contoh praktis akan sesuatu.

Perlu kita sadari bahwa kemajuan pendidikan bisa kita capai jika kita semua perduli. Setidaknya perduli dengan pendidikan kita sendiri, baik formal maupun nonformal. Gunakan alat bantu yang tepat untuk tujuan yang tepat pula.

Thursday, June 10, 2010

Video Asusila Beredar, Media Massa Bertanggung Jawab

Beberapa hari terakhir ini televisi diramaikan oleh berita-berita beredarnya video asusila yang diperankan oleh pasangan mirip artis (Ariel vs Luna Maya dan Ariel vs Cut Tari). Wartawan berbagai media massa sibuk mengorek keterangan di sana-sini. Mulai dari narasumber pakar, orang-orang dekat artis yang wajahnya mirip pelaku adegan dalam video tersebut, masyarakat, dll.

Berkali-kali dalam tayangan tersebut nama artis yang wajahnya mirip aktor dan aktris dalam video itu disebut-sebut. Masyarakat luas, dari yang belum tahu menjadi tahu keberadaan video tersebut dan penasaran ingin menyaksikannya. Adanya mencarinya di internet serta mengunduhnya, ada juga yang menyalin dari orang lain, dan ada juga yang membeli keping DVD yang berisi video tersebut. Bukan hanya orang dewasa yang melihat dan mendengar tayangan tersebut di televisi, anak-anak pun jadi ikut tahu karena beritanya ditayangkan hampir sepanjang waktu.

Lucunya, media massa kemudian memberitakan bahwa video tersebut tersebar di hampir semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Mereka tidak sadar bahwa yang membuat heboh berita itu adalah kalangan media massa sendiri yang memberitakannya secara besar-besaran. Masyarakat secara umum banyak yang mengetahui keberadaan video itu justru karena menonton tayangan beritanya di televisi atau surat kabar. Media massa turut bertanggung jawab akan kehebohan peredaran video asusila tersebut.

Thursday, April 22, 2010

Buku Pedoman Penulisan Skripsi/TA STMIK MDP

Bagi mahasiswa STMIK MDP yang memerlukan Pedoman Umum Penulisan Skripsi dan TA, bisa ambil di sini.

Tuesday, April 20, 2010

Kartini dalam kenangan

Wahai ibu kita Kartini putri yang mulia...Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia...

Perjuangan beliau mencerdaskan kaum perempuan kini telah terwujud. Mayoritas perempuan kini telah berpendidikan bahkan sampai ke tingkat pendidikan tinggi. Sudah cukup banyak profesor perempuan di negeri ini.

Kaum perempuan patut bersyukur atas perjuangan beliau. Cita-cita luhur itu kini telah berbuah manis. Tapi selalu ada dua sisi dalam segala hal. Cukup banyak kaum perempuan yang karena pendidikannya yang tinggi, yang karena karirnya yang cemerlang, yang melupakan kodratnya sebagai pendamping suami dan guru bagi anak-anak mereka.

Banyak perempuan yang meninggalkan urusan rumah tangga pada orang lain demi karir yang mereka lakoni. Urusan karir tak jarang menjadi nomor satu dan keharmonisan keluarga menjadi tersisihkan dari prioritas. Anak-anaknya cuma bisa berkumpul dalam arti yang sebenarnya dengan ibu mereka di akhir minggu. Itu pun kalau tidak diinterupsi oleh segala pekerjaan rumah dari kantor dan acara-acara pribadi sang ibu.

Wahai perempuan...suami dan anakmu merindukan dirimu sebagai pilar kokoh dalam rumah. Kalian menjadi guru dan sumber keteduhan dalam rumah tangga.

Sunday, April 18, 2010

Kamus Bahasa Indonesia

Memiliki kamus bahasa Inggris di rumah adalah hal yang biasa. Sepertinya bukan hal yang istimewa. Justru memiliki kamus bahasa Indonesia sepertinya luar biasa. Cukup jarang orang yang memilikinya dan lebih jarang lagi yang suka membacanya kecuali yang memang menggeluti bidang bahasa Indonesia.

Seringkali kita merasa penguasaan bahasa Indonesia kita sudah bagus. Banyak yang tidak sadar bahwa mereka tidak menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sungguh disayangkan jika kita selaku bangsa Indonesia justru tidak tertarik mempelajari bahasa kita sendiri. Bahkan orang Australia pun mau belajar bahasa Indonesia.

Benarkah "dikarenakan" dalam bahasa Indonesia?

Dalam berbagai penggunaan lisan maupun tertulis, kita sering melihat, mendengar, atau mungkin juga menggunakan kata "dikarenakan". Beberapa waktu lalu saya memeriksa tulisan skripsi mahasiswa saya yang menggunakan kata itu. Meski sering saya temui kata itu digunakan orang namun saya pikir kata itu tidak tepat.

Jika dianalisis, kata tersebut merupakan kata hubung "karena" dan diberi imbuhan "di - kan". Kata hubung tidak pernah digunakan dengan imbuhan. Oleh sebab itu, kata "dikarenakan" merupakan penempatan imbuhan yang salah dalam bahasa Indonesia.

Monday, March 22, 2010

Yahoo Microblogging called 'Mim'

November 2009, Yahoo secara resmi memberikan layanan baru yaitu microblogging yang diberi nama Mim. Layanan ini mirip dengan Twitter namun dengan fitur yang lebih lengkap. Penulisan teks tidak terbatas sampai 140 karakter melainkan 2000 karakter. Di samping itu, kita bisa posting foto, video, maupun audio.


Bagi yang biasa menulis, mengelola blog dengan mengisinya dengan tulisan-tulisan yang agak panjang bukan merupakan masalah. Namun tidak demikian halnya dengan orang-orang yang tidak biasa menulis agak panjang. Untuk mereka, mikroblog mungkin lebih tepat. Tetap bisa menulis gaya blog tapi dengan tulisan yang pendek.

Monday, March 1, 2010

Grady Booch tentang OOP

Pemrograman berorientasi objek merupakan gaya bahasa pemrograman yang secara de facto sekarang banyak digunakan di dunia pengembangan perangkat lunak. Sekarang bukan jamannya lagi pemrograman berbasis objek atau bahkan pemrograman terstruktur. Sejak awal 90an pemrograman berorientasi objek banyak digunakan dengan berbagai pilihan bahasa pemrograman. Berbicara mengenai pemrograman berorientasi objek, saya teringat akan salah satu karya Grady Booch tentang OOAD. Di buku itu Booch menuliskan kalimat yang sungguh filosofis tentang bahasa OOP yang digunakan dengan cara yang salah.  

... if we try to use languages such as C++ and Java as if they were only traditional, algorithmically oriented languages, we not only miss the power available to us, but we usually end up worse off than if we had used an older language such as C or Pascal. Give a power drill to a carpenter who knows nothing about electricity, and he would use it as a hammer. He will end up bending quite a few nails and smashing several fingers, for a power drill makes a lousy hammer. [Object-Oriented Analysis and Design with Application, 2007]

Catatan: Booch adalah salah satu tiga penggagas UML (Grady Booch, James Rumbaugh, dan Ivar Jacobson) yang aktif dalam pengembangan OOAD. Mereka boleh dibilang sebagai biang keladi kemajuan dalam OOAD.

Pernyataan Booch di atas memberikan gambaran filosofis mengenai OOP. Banyak sekali pemrogram yang secara salah menggunakan bahasa pemrograman OOP yang dicorak dengan gaya pemrograman berbasis objek (bukan berorientasi objek) apalagi dibawa ke gaya pemrograman terstruktur. Misalnya, tidak jarang kita melihat pemrogram menggunakan VB.NET yang termasuk bahasa OOP diprogram dengan gaya berbasis objek atau terstruktur. Ini fakta yang banyak saya lihat di lingkungan kita. Menurut Booch, ibarat menggunakan bor listrik sebagai palu. Jangankan bisa difungsikan menjadi palu dengan baik, justru paku menjadi bengkok bahkan sekalian menghantam jari kita. Dengan kata lain, gunakan alat yang tepat untuk tujuan yang tepat pula.

Monday, February 22, 2010

Publikasi sebagai bentuk ekpresi diri

"Semakin banyak orang narsis di dunia ini." Begitukah? Pernyataan singkat itu mungkin bisa membuat orang tersenyum mendengarnya atau justru marah. Entah apa arti senyum itu, mungkin membenarkan dalam hati. Marah mungkin jika merasa tersindir karena dianggap narsis.

Kalau kita cermati, semakin banyak layanan terhubung (online) yang tergolong dalam jejaring sosial (social network). Sebutlah Frindster, Hi5, Facebook, Twitter, dan lain-lain yang memang ditujukan untuk membangun jejaring sosial. Beberapa waktu lalu Google memberikan layanan baru yaitu Google Buzz yang memungkinkan untuk saling berbagi konten bahkan dengan cara mengintegrasikan berbagai situs yang Anda gunakan seperti Twitter, Picasa, Flickr, dan Google Pustaka.

Lantas apa hubungannya dengan narsis? Jawabannya bisa panjang maupun pendek. Intinya kita bisa menggunakan segala sesuatu sesuai peruntukkannya maupun tidak. Adakalanya bentuk ekspresi diri yang diungkapkan lewat layanan-layanan seperti itu, dengan sengaja atau tidak, menjadi ajang pamer mulai dari keindahan tubuh, pencapaian, harta, dan lain-lain.

Tidak salah memang jika kita melakukan publikasi diri selama dilakukan dengan cara yang tepat. Kita mungkin tidak termasuk selebritas yang dipublikasikan oleh orang atau pihak lain meski tanpa kita minta. Jadi wajarlah kalau kita memanfaatkan sarana publikasi yang bisa kita manfaatkan bahkan dengan layanan gratis. Mengapa tidak?

Publikasi itu penting. Seorang ahli sekalipun tidak akan diketahui khalayak sebagai seorang ahli tanpa publikasi. Orang-orang menjadi terkenal karena publikasi. Jika kita ingin dikenal masyarakat maka kita harus melakukan publikasi. Tinggal lagi kita ingin dikenal sebagai apa dan bagaimana kita akan mempublikasikan diri kita.

Gadget oh gadget

Kehidupan modern sudah jauh berbeda dengan sebelumnya. Saya ingat di tahun tujuh puluhan ketika masih kecil, orang masih sangat jarang yang memiliki sekedar televisi. Di lingkungan tempat saya tinggal, hanya beberapa orang yang memilikinya. Bukan hal yang aneh jika menumpang nonton di tempat tetangga. Itu pun hanya sekedar televisi hitam putih. Jangan heran karena memang masa itu televisi berwarna bahkan mungkin belum masuk di Indonesia. Baru beberapa tahun kemudian orang-orang mulai memiliki televisi berwarna.

Sambungan telepon juga masih merupakan sesuatu yang mahal. Hanya orang-orang yang tergolong cukup berada yang memilikinya. Pada saat itu bahkan saya hanya bisa melihat pesawat telepon di rumah salah satu kerabat yang merupakan pejabat di kepolisian. Telepon seolah bukan kebutuhan sama sekali.

Saya tiba-tiba merasa terkaget dari lamunan dan ada di alam modern. Sekarang saya sedang menulis blog dengan menggunakan notebook yang terhubung secara nirkabel ke internet. Wew...sesuatu yang bahkan terbayang pun tidak pada masa kecil saya. Dulu saya hanya bisa bermimpi terbang di pesawat luar angkasa Star Trek dengan simulasi teras rumah yang dijadikan pesawatnya.

Kini berbagai gadget tersedia. Ke mana-mana sebagian besar orang ditemani gadget. Paling tidak kita memiliki sebuah ponsel. Bahkan tidak jarang juga yang memiliki dan membawa-bawa lebih dari satu ponsel. Sekarang sambungan telepon bukanlah sesuatu yang mahal lagi. Tidak perlu kaya kalau hanya untuk memiliki dan menggunakan telepon.

Anak-anak modern bahkan tidak lagi gagap teknologi. Berbagai permainan modern sudah menggantikan permainan tradisional. Mereka sudah hidup di dunia gadget yang seolah tidak bisa beraktivitas tanpa itu.

Friday, February 19, 2010

Browsing dibayar???

Rekan-rekan yang berbahagia, beberapa waktu yang lalu saya menemukan program yang menurut saya baru dan layak untuk diikuti. Program ini bekerja sama dengan Yahoo, search engine terbesar kedua setelah Google. Tentunya Anda tak asing lagi dengan Yahoo bukan?

Bagi yang ingin bergabung silahkan langsung bertindak dan yang terpenting program ini benar-benar GRATIS. Program ini bekerja sama dengan YAHOO jadi pasti membayar Anda. Jika anda fokus saya yakin Anda pasti berhasil, bahkan saya jamin 5 menit pertama Anda gabung dengan program ini Anda sudah dapat dollar. DIJAMIN.

Di sini tugas Anda hanya fokus pada program ini saja. Anda akan melihat hasilnya. Dapatkan dollar di 5 menit pertama Anda.

Oke akan saya jelaskan bagaimana cara begabung dan mendapatkan dollar dari program ini. Anda akan dibayar jika anda memiliki account Paypal, jika Anda tidak memiliki account Paypal
Anda bisa daftar dengan cara klik di sini


Click di sini untuk daftar!
* Setelah halaman InterADmedia muncul maka Anda klik yang di sebelah kanan atas yang bertuliskan ”join and start browsing
* Kemudian isi form pendaftaran (isi dengan benar)
* Lihat e-mail Anda, kalau tidak ada di kotak Inbox, coba Anda cek di kotak Spam, setelah itu Anda klik link yang ada di e-mail Anda untuk aktivasi account Anda di InterADmedia.
* E-mail Anda jangan dihapus yang dari InterADmedia karena untuk login lagi.
* Setelah klik link yang di e-mail tadi maka akan keluar jendela baru yang membuka halaman InterADmedia lalu Anda masukan alamat e-mail Anda dan password Anda.
* Setelah masuk di halaman member maka Anda bisa browsing sekarang.
* Klik “Get Paid To Browse” atau “start” lalu klik “start browsing
* Setelah halaman peraturan untuk mulai browsing pun muncul. Anda klik di contreng/centang/cawang yang di bawahnya yang ada di halaman tadi. yang ada tulisan “I Agree…..” kemudian klik yang di bawahnya untuk “start browsing
Halaman browsing akan muncul secara otomatis.

Di halaman browsing itu ada sebuah penghitung waktunya di sebelah kanan atas . Secara otomatis itu akan berjalan dari 0 sampai 5 menit. Setelah 5 menit maka halaman itu secara otomatis akan tertutup dan kembali di halaman member area. Anda bisa lakukan cara yang tadi untuk memulai browsing lagi. Setelah 5 menit kemudian akan tertutup lagi dan  Anda harus start lagi, begitu seterusnya.

Jika Anda tidak memiliki account paypal bisa Anda klik link ini untuk mendaftar, GRATIS : DAFTAR PAYPAL DI SINI
 



PERHATIAN

Halaman browsing itu tertutup setelah waktu 5 menit. Maka dari itu teruslah monitor halaman browsing Anda di InterADmedia agar Anda lebih banyak mendapatkan dollar. Browsing sebanyak-banyaknya hingga Anda mendapatkan dollar untuk bisa ditarik dollarnya.Tarik dollarnya di “Withdraw Fund” dan dikirim ke alamat paypal Anda yang sudah anda isikan di awal pendaftaran tadi. kalau belum anda masukkan alamat paypal Anda maka Anda bisa setting di ”memberships detail” terus klik “edit account details

DAFTAR DISINI

Catatan;

Bagi Anda yang ikut program ini melalui warnet, jika Anda pindah warnet untuk login lagi Anda harus klik lagi link aktivasi yang dikirim ke e-mail Anda pertama kali waktu daftar karena program ini mendeteksi IP address komputer Anda. Jadi kalau login beda komputer harus menggunakan cara di atas.


Perhitungannya:

Anda dibayar hanya dengan online saja $0.001/menit

Jadi kalau satu jam Anda dapat $0.6

Sehari Anda bisa online 10 jam maka Anda dapat $6

Kalau sebulan berarti Anda dapat $180

Lumayan bukan? Jadi kalau sebelumnya aktifitas online Anda hanya membuang biaya sekarang ada cara pintar untuk menghasilkan dollar lewat Browsing.

Ingat Kuncinya Fokus, Fokus dan Fokus.
Selamat browsing sekaligus menghasilkan Dollar!