Thursday, May 24, 2012

Waspada: Faceporn, Jejaring Sosial Versi Dewasa


Facebook begitu geram dengan situs jejaring sosial yang bernama Faceporn sampai-sampai mengajukan gugatan dengan menggunakan alasan merasa berhak atas domain Faceporn. Sayang sekali gugatannya tidak berhasil dikabulkan.
Situs ini berbasis di Norwegia dan sebetulnya tidak serupa dengan Facebook. Apa yang ditampilkan di sana terlalu vulgar untuk bisa diakses secara umum. Waspadailah supaya situs ini tidak diakses oleh anak-anak di bawah umur.

Hati-hatilah mengakses situs ini karena kontennya tidak sesuai untuk umum apalagi untuk anak-anak di bawah umur.







Thursday, March 29, 2012

Maafkan Aku

Mungkin tulisan-tulisanku hanya membuat sakit mata orang yang membacanya. Ada yang mungkin menganggapnya tulisan cengeng atau tulisan tak bermutu.
Tulisan-tulisan di sini memang sebagian aku buat untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan dan pikirkan. Tidak selalu sesuai untuk dibaca umum. Kalau memang tidak layak dibaca, silahkan abaikan saja. Saat ini mungkin hanya yang tidak bermutu inilah yang aku bisa buat. Saat ini mungkin hanya yang tidak layak inilah yang mampu kutulis.

Maafkan aku kalau tulisan tak layak dipublikasikan dan dibaca umum di blogku.

Wednesday, March 28, 2012

Melukis Langit

Kupejamkan mata dan kucoba melukis langit dengan aksara nurani..
Kucorak dengan birama yang bernada sendu dan menyentuh hati..
Kutulis syair 'tuk mencoba membuatmu sekedar berhenti sejenak 'tuk membacanya..
Kugoda matamu 'tuk menatapinya lebih lama dan memahami maknanya...

Fall in Love Time and Time Again

Aku suka berlama-lama menatap bibirmu menari mainkan cerita masa kecilmu..
Menelusuri indah matamu yang pancarkan kasih sayang..
Hingga membuatku menelusuri lorong menuju hatimu..
Menikmati getaran-getaran dari auramu yang menyelimuti ragaku..
Kau dekap aku dengan selimut tak kasat mata saat aku basah kehujanan..
Kau belai aku dengan jemari kasih yang penuh kehangatan...

Dirimu..keindahan yang selalu kusematkan dalam hening kesendirianku..
Memanggilmu untuk mampir ke mimpi-mimpi malamku..
Memberikan hiasan keindahan dalam lelap ke suasana lain yang berbeda..
Tanpamu nelangsa terasa rindukan berdampingan hati denganmu..
Tak sabar ingin hayati mimpi yang kita punya berdua...

I fall in love with you time and time again...
Be mine forever more...

Thursday, March 15, 2012

Bernyanyilah Bersamaku

Bernyanyilah bersamaku
Meski aku tahu suara dan denting pianoku sumbang..
Nada tinggiku tak sampai ke oktafnya..
Dan laguku seolah tanpa ujung

Ketukan jariku tak sampai pada asasnya..
Tempoku kadang tak beraturan..
Jemariku kerepotan mengejar pitch yang berlari..
Tapi kumainkan dengan hati

Aku memang tak bisa mainkan Symphony #9
Tak bisa menyayat hati seperti Fredy Mercury
Tak mampu membuat terhanyut dengan keras lembut
Tapi kumainkan dengan rasa untukmu


Monday, November 28, 2011

Menjadwalkan Tweet dengan TweetDeck

Twitter merupakan salah satu media sosial yang paling banyak digunakan di dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Bahkan, Indonesia disebut-sebut sebagai bangsa twitter karena pengguna twitter Indonesia yang dominan di tingkat dunia. Boleh dibilang tiada hari tanpa twitter. Penggunaan twitter bukan hanya untuk aktivitas pergaulan pribadi semata. Banyak organisasi bisnis menggunakan twitter sebagai media promosi, mulai dari membentuk citra merek sampai menawarkan barang/jasanya. Para pelaku bisnis lepas (freelancer) juga tidak mau kalah. Mereka juga menggunakan media sosial ini sebagai salah satu cara mempromosikan bisnisnya.

Menggunakan twitter sebagai media promosi gampang-gampang susah. Ada banyak pertimbangan mulai dari konsep, isi, frekwensi, sampai dengan pengikut (follower) target tweet-nya. Penyampaian tweet kepada pengikut juga tidak boleh sembarangan. Frekwensi tweet harus dijaga supaya pengikut tidak merasa jengkel kebanjiran tweet. Menurut beberapa sumber, frekwensi tweet yang wajar adalah 3-5 tweet per jam.

Layanan penjadwal tweet

Jika Anda berminat menggunakan twitter sebagai media promosi, Anda bisa menggunakan layanan web seperti twuffer. Selain itu, Anda juga bisa memilih layanan social media dashboard seperti HootSuite.

Anda juga bisa memilih aplikasi desktop untuk mengelola twitter Anda. Salah satu aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk keperluan ini adalah TweetDeck. Aplikasi ini tersedia dalam berbagai bentuk mulai dari desktop sampai aplikasi bergerak untuk ponsel cerdas maupun tablet. Berikut ini saya akan bahas secara singkat cara menjadwalkan tweet dengan menggunakan TweetDeck versi desktop.

TweetDeck versi desktop
Pertama-tama tentunya Anda harus menyiapkan akun twitter Anda. Setelah itu unduh aplikasinya secara gratis dari situs TweetDeck. JalankanAplikasi yang sudah Anda unduh dan instal pada komputer Anda. Lalu Anda  login dengan menggunakan akun twitter yang akan Anda gunakan. 

Anda bisa mulai menuliskan tweet yang akan Anda jadwalkan dengan mengetikkannya pada bidang yang sudah tersedia. Setelah itu klik tombol timer (tanda panah 1) dan set tanggal serta jam yang akan Anda jadwalkan untuk tweet tersebut dikirimkan (tanda panah 2) lalu tekan tombol set time. Lalu tekan tombol yang semula bertuliskan send namun sekarang sudah dilengkapi waktu pengiriman tweet.

Anda bisa menjadwalkan beberapa tweet sesuai dengan frekwensi dan interval yang Anda inginkan. Pengaturan jumlah tweet per jam tentunya perlu jadi pertimbangan mengingat bahwa pengikut akan merasa bosan bahkan jengkel jika melihat tweet Anda muncul beruntun dalam jumlah banyak dengan interval rapat pada timeline mereka.

Saturday, November 26, 2011

HTML5 Test

HTML5 merupakan standar baru yang akan segera merajai dunia maya. Berbagai fitur terkini yang didukungnya begitu menjanjikan pengalaman meramban internet secara memuaskan. Dengan standar yang sekarang, pengalaman yang mengesankan baru akan diperoleh dengan memasang berbagai tambahan (add on) pada peramban (browser) internet namun semua akan didukung secara alami di HTML5. Untuk perangkat bergerak, kemungkinan besar standar ini tak lama lagi akan berlaku. Keputusan Adobe yang menghentikan dukungannya terhadap Flashplayer di perangkat bergerak merupakan indikasi ke arah itu. Lantas sudah siapkah peramban internet Anda untuk menjalankan halaman web dengan standar baru ini?

Saya mencoba menguji peramban yang saya gunakan (Google Chrome) menggunakan pengujian terhubung (online) di situs The HTML5 Test. Pengujian juga dilakukan terhadap beberapa peramban lain baik pada notebook maupun tablet. Berbeda dengan hasil pengujian yang terdapat pada situs tersebut, saya mendapatkan hasil terbaik menggunakan menggunakan notebook dengan peramban Google Chrome (328 and 13 bonus points) sementara dengan menggunakan Opera Next (versi 12 alpha) yang disebut-sebut di situs tersebut lebih jago dari yang lain, ternyata mendapat skor di bawah itu (325 and 9 bonus points). Saya juga menguji menggunakan Mozilla Firefox Aurora terbaru versi 10.0a (26/11/11) maupun Firefox 8.0.1 hanya mendapatkan skor yang lebih kecil lagi (299 and 9 bonus points). Hal ini berbanding terbalik dengan hasil uji produk Firefox di versi bergerak yang justru mendapatkan hasil terbaik.

Skor tersebut dihitung dengan pengujian untuk banyak fitur baru HTML5. Setiap fitur bernilai satu atau lebih nilai. Selain dari spesifikasi HTML5 utama dan spesifikasi lain yang dibuat Kelompok Kerja W3C HTML, tes ini juga memberi nilai untuk mendukung draft dan spesifikasi terkait. Beberapa spesifikasi awalnya bagian dari HTML5, tetapi sekarang dikembangkan lebih jauh oleh kelompok kerja lainW3C .WebGL juga merupakan bagian dari tes ini meskipun tidak sedang dikembangkan oleh W3C, karena memperluas elemen HTML5 kanvas dengan konteks 3d.

Tes ini juga memberi nilai bonus untuk dukungan codec audio dan video dan dukungan SVG atau MathML yang tertanam dalam dokumen HTML biasa. Tes ini tidak dihitung terhadap skor  total karena HTML5 tidak menentukan audio atau video codec yang diperlukan. Juga SVG dan MathML yang tidak disyaratkan oleh HTML5, spesifikasi hanya menetapkan aturan untuk bagaimana konten tersebut harus tertanam dalam berkas HTML biasa.

Selain menggunakan notebook, saya juga menguji dengan menggunakan tablet (Acer IconiaTab A500) dengan sistem operasi Android Honeycomb 3.2. Hasil terbaik didapat dengan menggunakan Firefox Beta maupun Firefox Aurora Mobile yang mendapatkan skor yang sama(314 and 9 bonus points) disusul Opera (283 and 9 bonus points) dan peramban standar bawaan Android 3.2 (215 and 3 bonus points). Setidaknya hal ini menjawab pertanyaan sebagian orang tentang Firefox untuk Android yang tidak pernah mendukung Flash. Mungkin memang sudah dipersiapkan untuk mendukung HTML5 tanpa Flash sama seperti peramban internet dari produk-produk Apple.

Uji pada IconiaTab A500 menggunakan Firefox Beta